Merenung Masjid di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah

Merenung Masjid di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah

Merenung Masjid di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah

Ada perasaan yang akhir-akir ini mengganggu Purnomo, seoarang sales makanan ringan di Kabupaten Boyolali. Purnomo yang setiap hari menjajakan makanan ringan ini hampir dua minggu terakhir pikirannya tidak tenang selalu terganggu karena sudah mendapatkan informasi akan mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dari perusahaannya. Meski sudah mencoba menenagkan hatinya dengan pergi ke Masjid berdoa kepada Yang Maha Kuasa untuk mendapatkan jalan yang terbaik, karena dia masih merasa sangat baru dan belum cukup pengalaman dijadikan suvervisor sales di perusahaannya. Makanya, hatinya tetap tidak tenang, semua tempat sudah dia curahkan untuk menenangkan hatinya, tidak ketinggalan dia juga sudah menceritakan kabar tersebut kepada Sumiati istrinya tercinta. Namun tetap dia masih merasa banyak pertanyaan dalam otaknya, terutama akankah dia sanggup memangku beban berat itu di pundaknya nanti, akankah dia nanti sanggup memberikan yang terbaik kepada Kepala Perusahaannya. Dia sempat seaharian penuh di dalam Masjid Agung Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah hanya untuk merenung saja, meliat kemungkinan – kemungkinan yang nantinya akan terjadi ketika dia sudah benar secara resmi diresmikan nantinya tanpa ada sesuatu yang harus dia lakukan. Padahal di hari itu dia masih aktif bekerja seharusnya, tapi semuanya adalah angan belaka yang mungkin nantinya akan bisa terwujud jika dia sudah menjalaninya.

Akhir pekan nanti adalah awal dari kehidupan yang harus di jalani oleh Purnomo, meski masih bimbang dia tetap harus menjalaninya karena itu adalah tugasnya sebagai pengabdian kepada si kepala perusahaan waktu itu dia masih ada di dalam Masjid. Tidak ada yang lain, sampai dia memborong setiap pakaiaan yang dirasa akan pantas ketika nantinya dia akan dipromosikan. Membeli baju kemeja baru, sepatu baru, jam tangan baru, celana jins baru dan lainnya. Tapi masih ada yang belum dia lakukan, yaitu merapikan rambutnya, akhirnya di hari Rabu dia menyempatkan pergi ke penataan rambut terkenal di daerahnya sana untuk merapikan rambutnya. Dengan mengendarai sepeda motor tua miliknya yang masih dia parkir di area parkir Masjid, Purnomo melintasi keramaian jalan agar bisa mendapatkan nomor tiket yang terbaik agar tidak kelamaan nanti menunggu, karena dia sudah tahu disana pasti akan ramai sekali orang yang ingin menatakan rambutnya. Tidak tinggal diam, dia harus berangkat lebih awal dibanding orang lain, walapun bukanya nanti jam 09.00 wib makanya dia berangkat jam 08.00 Wib, dan dia ternyata tepat baru saja di buka jadi Purnomo mendapatkan waktu awal untuk menata rambutnya.

Usai sudah persiapan Purnomo dan kini dia masih sangat berdebar menunggu pengumuman peresmiannya nanti. Purnomo terus mengeluarkan doa-doa agar nanti tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkannya.

Leave a Reply