Mimpi Masjid di Kabupaten Blitar Jawa Timur

Mimpi Masjid di Kabupaten Blitar Jawa Timur

Mimpi Masjid di Kabupaten Blitar Jawa Timur

Seharian kemarin aku belum tidur karena harus menunggu final liga champions antara juventus melawan real Madrid. Memang teman sekampung sudah menyiapkan nonton barengn untuk melihat pertandingan ter akbar di daratan eropa itu, dengan memasang layar lebar di depan rumah Pak Narto yang rumahnya tidak jauh dari Masjid apalagi Pak Narto juga setiap hari berjualan wedang kopi dan aneka makanan ringan lainnya. Kami menunggu semalaman pun jadi tak ada masalah karena kebutuhan perut kami sudah tercukupi. Dengan melihat kondisi itu kami semalaman berada di sana mulai dari jam 9 setelah Masjid  sepi sudah stand by dan padahal pertadtandingan baru akan dimulai jam 01.00 wib nanti. Masih sangat panjang memang sampai harus menunggu, tapi karena sudah menjadi niat aku dan apa lagi tidak hanya aku disitu jadi tempat menunggu pun tidak membosankan, karena saya dan teman saya memanfaatkannya dengan bermain kartu. Tidak terasa memang sudah pertandingan dimulai makanya kita fokuskan pada pertandingan itu. sampai harus menunggu dan menunngu akhirnya dimulai sudah pertandingannya kami bisa focus.

Ternyata, setelah seharian penuh tidak tidur hanya gara gara sepakbola, paginya jadi sangat ngantuk sekali, padahal masih harus berangkat kuliah nanti siang harinya. Mata yang ngantuk terpaksa tetap aku jaga agar bisa pergi ke Masjid dulu untuk melaksanakan salat subuh. Belum juga mau solat aku sudah tertidur sampai ngimpiin ketemu luna maya segala, bahkan sampai mimpi ikut main sepakbola sama ronaldo dan benzema. Berkat umpan ronaldo aku bisa mencetak gol dan aku merayakannya dengan berlarian mengelilingi lapangan, dan terjatuh dari terpeleset. Seketika itu aku langsung terbangun dan teringat ternyata masih ada di dalam Masjid, aku tertawa sendirian, dan beruntung salat masih belum dimulai dan aku harus kembali mengambil air wudu agar nanti tidak tertidur lagi waktu salat kan malu, dan langsung mengikuti salat subuh. Sepulangnya sendiri mata ini masih saja seperti tidak ingin terbuka, masih sangat ngantuk sekali maka jalannya harus aku percepat menuju tempat kos dari Masjid agar bisa segera bertemu dengan guling dan bantal dari rumah kosan ku. Tapi belum juga mau berdiri selesai salat, Om Umar sudah memanggilku katanya nanti siap siap mau di ajak ke Blitar untuk melihat lihat burung parkit milik temannya yang katanya akan dibelinya. Aduh ini, padahal aku sudah merencanakan untuk tidur seharian ini dirumah kos, tapi memang aku tidak bisa menolak karena Om Umar ini si pemilik Kos jika aku menolak bisa bisa tiga bulan aku belum membayar kos bisa di tagih ini nanti.

Leave a Reply