Proses Terjadinya Revolusi Bumi, Akibat dan Kalanya

Revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya. Masa revolusi dari bumi kurang lebih satu tahun atau 365,25 hari (dalam satu kali mengelilingi matahari). Oleh karena itu setiap 4 tahun sekali kita bertemu dengan tahun kabisat. Di mana jumlah hari dalam 1 tahun adalah 366 hari, sementara 3 tahun lainnya 365 hari.

Masa revolusi planet bumi ini juga dikenal dengan nama kala revolusi bumi. Artinya, kala revolusi planet bumi adalah 365,25 hari  atau 365 ¼ hari dalam satu kali putaran mengelilingi matahari.

Proses terjadinya revolusi bumi dan akibat yang ditimbulkan

Proses Terjadinya Revolusi Bumi akibat dan kalanya

Proses terjadinya

Coba amati bagaimana matahari terbit pada 21 Maret, 21 Juni, 23 September, dan 22 Desember. Pada masa-masa tersebut, terbitnya matahari seolah berpindah.

Pada 21 maret, matahari seolah berada tepat di tengah (di nol khatulistiwa).

Pada 21 Juni, matahari seolah terbit dengan posisi agak ke utara. Atau terletak di garis balik utara.

Pada 23 September, matahari seolah kembali ke posisi tengah (titik nol khatulistiwa)

Pada 22 Desember, matahari seolah terbit dengan posisi agak ke selatan. Atau terletak di garis balik selatan.

Pergeseran matahari ini disebut dengan gerak semu matahari. Jadi, bukan gerak nyata.

Hal seperti ini terjadi karena poros bumi selalu menunjuk ke satu arah. Di mana arah tersebut membentuk sudut 66 derajat terhadap orbit bumi. Dengan kata lain, titik nol khatulistiwa bumi membentuk sudut 23 setengah derajat terhadap peredaran bumi.

Akibat yang ditimbulkan

Revolusi planet bumi ini memiliki akibat sebagai berikut;

Pertama, gerak semu tahunan matahari

Yang dimaksud dengan gerak semu tahunan matahari sudah dijelaskan di atas. Di mana posisi matahari seolah bergerak ke utara, kemudian ke titik nol katulistiwa, lalu ke selatan, kemudian kembali ke titik nol khatulistiwa lagi. Begitu seterusnya. Padahal, matahari sebenarnya tidak bergerak.

Kedua, perhitungan tahun masehi

Sudah diketahui bahwa kala revolusi dari planet bumi adalah satu tahun (masehi), yakni 365 ¼ hari. Masa ini dipakai untuk menghitung tahun masehi, yang setiap 4 tahun sekali terdapat tahun kabisat. Sebagai dampak dari penjumlahan ¼ hari selama 4 kali.

Ketiga, terjadinya pergantian musim

Karena perputaran bumi terhadap matahari ini, maka terjadilah pergantian musim. Mulai dari musim gugur, panas, semi, hingga dingin.

Untuk membaca lebih jauh tentang revolusi bumi, di www.hindayani.com sudah dikupas tuntas sebagai bahan belajar sekaligus informasi penting buat pecinta tata surya.

Leave a Reply